Langsung ke konten utama

PUISI PERSAHABATAN - Kisah Sepasang Karib

Kisah Sepasang Karib
Chintya Tandri

Indah goresan kisah dua dara
Sedu sedan canda tawa
Berkobar membara dalam setiap kata
Kata merajut menjadi kalimat indah tuk dikenang
Kenangan dua kejora merona

Lintasan dimana menjadi saksi
Saksi perjalanan penuh rintangan
Adakala pohon menggigit rantingnya
Adakala pula burung bernyanyi riang
Tapi apa daya
Mereka yang rasakan

Kisah dua Cinderella
Tersipu tunduk malu
Malu ketika sang pangeran mendekat
Atau bahkan hanya menatap saja
Kemudian menghindar solusinya

Kisah dua Athena
Mengukir sajak-sajak mimpi
Berharap Tuhan bersama mereka
Mengasa setiap usaha

Kisah dua Tinkerbell
Mengalunkan petikan kecapi
Karam-karam menari dalam lautan lepas
Badai pun tahu mana suka, mana duka

Kisah dua purnama
Purnama yang kian redup dalam tirai kegelapan
Tuhan
Hidupkan kembali kisah ini
Kisah sepasang sahabat bak keluarga.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku "The Iliad of Homer"

Review Buku Oleh : Chintya Tandri Judul               : The Iliad Pengarang       : Homer Penerbit           : Oncor Semesta Ilmu Tebal buku      : vi + 254 halaman             Buku The Iliad ditulis oleh Homer yang merupakan penulis dua epik besar dan termansyur sepanjang zaman, The Illiad dan The Odyssey, yang dianggap tonggak kesastraan Barat. Buku ini merupakan epik terindah yang pernah ditulis sepanjang sejarah, kisah terhebat tentang ambisi, harga diri, keberanian, ketabahan, dan percintaan, bahkan melampaui apa yang telah ditulis oleh Shakespeare dalam Romeo and Juliet. Buku yang mengisahkan peperangan, berlangsung selama 10 tahun antara Troy dengan Yunani(Achaean), mengerahkan lebih dari 1.000 kapal perang, menghabiskan waktu 20 tahun. Bangsa Yunani ...

PUISI CINTA - Engkau Sang Penakluk Hati

Engkau Sang Penakluk Hati by : Chintya Tandri resah hatiku  hai engkau sang penakluk hati berdiri gagah di hadapanku sang elang perkasa menatap tajam oh... indera ini tak mampu menahan lagi menjauhlah dariku bidukku bergetar, melayang entah kemana kakiku mengayun, melompat entah kemana hai engkau sang penakluk hati berdiri gagah di hadapanku sang merpati menyampaikan cintaku entah apa yang disampaikannya senang bimbang bercampur rasa  saat indera memandang raja hatiku tingkah-tingkah ayu kuperbuat berharap rajaku tak buruk sangka hai engkau sang penakluk hati berdiri gagah di hadapanku menyimpan di dalam memoriku melepas di dalam sajak-sajakku mengungkapkan gelora tak terbendung kepadamu, secarik kertas putih.

PUISI PERSAHABATAN - Bimbang

Bimbang Chintya Tandri Berdegub detak jantung Kala kaki melangkah di sayup fajar Benang-benang memori merasuki pikiran Tangan tak mampu menari Hanya deraian air membasahi lensa Menetesi sajak tak sampai Apa ini ? Ku tak tahu apa yang hendak sampai di lembaran ini Hanya lukisan wajah di galaksi pikiranku Hanya tingkah khayalan bertebangan Apa ini ? Memori ganda terus mengganda Tak kuat tuk mengenang Diriku takut Takut air merendam jagad pikiranku Apa ini ? Ini rasa takut Takut memoriku melayang Masuk ke dalam lingkaran bima sakti Dan hilang