Langsung ke konten utama

PUISI CINTA - Cinta dalam Diam

Cinta dalam Diam
Chintya Tandri

Cinta
Beribu rasa terpendam di dada
Beribu kenangan mengisi pikiran
Menari dalam khayalan tentang dirimu
Mata sayu melodi dawai asmara
Bergejolak dalam langkah lembut
Tunduk sipu dalam maluku

Cinta
Hilangkan kata hendak diucapkan
Diam dalam lirikan
Lirikan pergi jika dibalas lirikan
Bagaikan terjebak dalam lubang hitam jagad raya
Tak mampu lakukan tindakan

Cinta
Hendak pergi ke Utara
Jatuh ke Selatan jua
Tak perlu diungkapkan jika tak dapat bersatu
Cintaku tak seirama
Cintaku berlainan arah

Cinta
Selamat tinggal dalam kenangan
Tanpa penjelasan, dengan ketidaktahuan
Hanya melayang, menari lembut dalam jiwa raga
Hanya indah dalam khayalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku "The Iliad of Homer"

Review Buku Oleh : Chintya Tandri Judul               : The Iliad Pengarang       : Homer Penerbit           : Oncor Semesta Ilmu Tebal buku      : vi + 254 halaman             Buku The Iliad ditulis oleh Homer yang merupakan penulis dua epik besar dan termansyur sepanjang zaman, The Illiad dan The Odyssey, yang dianggap tonggak kesastraan Barat. Buku ini merupakan epik terindah yang pernah ditulis sepanjang sejarah, kisah terhebat tentang ambisi, harga diri, keberanian, ketabahan, dan percintaan, bahkan melampaui apa yang telah ditulis oleh Shakespeare dalam Romeo and Juliet. Buku yang mengisahkan peperangan, berlangsung selama 10 tahun antara Troy dengan Yunani(Achaean), mengerahkan lebih dari 1.000 kapal perang, menghabiskan waktu 20 tahun. Bangsa Yunani ...

PUISI CINTA - Engkau Sang Penakluk Hati

Engkau Sang Penakluk Hati by : Chintya Tandri resah hatiku  hai engkau sang penakluk hati berdiri gagah di hadapanku sang elang perkasa menatap tajam oh... indera ini tak mampu menahan lagi menjauhlah dariku bidukku bergetar, melayang entah kemana kakiku mengayun, melompat entah kemana hai engkau sang penakluk hati berdiri gagah di hadapanku sang merpati menyampaikan cintaku entah apa yang disampaikannya senang bimbang bercampur rasa  saat indera memandang raja hatiku tingkah-tingkah ayu kuperbuat berharap rajaku tak buruk sangka hai engkau sang penakluk hati berdiri gagah di hadapanku menyimpan di dalam memoriku melepas di dalam sajak-sajakku mengungkapkan gelora tak terbendung kepadamu, secarik kertas putih.

PUISI PERSAHABATAN - Bimbang

Bimbang Chintya Tandri Berdegub detak jantung Kala kaki melangkah di sayup fajar Benang-benang memori merasuki pikiran Tangan tak mampu menari Hanya deraian air membasahi lensa Menetesi sajak tak sampai Apa ini ? Ku tak tahu apa yang hendak sampai di lembaran ini Hanya lukisan wajah di galaksi pikiranku Hanya tingkah khayalan bertebangan Apa ini ? Memori ganda terus mengganda Tak kuat tuk mengenang Diriku takut Takut air merendam jagad pikiranku Apa ini ? Ini rasa takut Takut memoriku melayang Masuk ke dalam lingkaran bima sakti Dan hilang