Langsung ke konten utama

PUISI CINTA - Engkau Sang Penakluk Hati

Engkau Sang Penakluk Hati
by : Chintya Tandri

resah hatiku 
hai engkau sang penakluk hati
berdiri gagah di hadapanku
sang elang perkasa menatap tajam

oh...
indera ini tak mampu menahan lagi
menjauhlah dariku
bidukku bergetar, melayang entah kemana
kakiku mengayun, melompat entah kemana

hai engkau sang penakluk hati
berdiri gagah di hadapanku
sang merpati menyampaikan cintaku
entah apa yang disampaikannya

senang bimbang bercampur rasa 
saat indera memandang raja hatiku
tingkah-tingkah ayu kuperbuat
berharap rajaku tak buruk sangka

hai engkau sang penakluk hati
berdiri gagah di hadapanku
menyimpan di dalam memoriku
melepas di dalam sajak-sajakku
mengungkapkan gelora tak terbendung
kepadamu, secarik kertas putih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku "The Iliad of Homer"

Review Buku Oleh : Chintya Tandri Judul               : The Iliad Pengarang       : Homer Penerbit           : Oncor Semesta Ilmu Tebal buku      : vi + 254 halaman             Buku The Iliad ditulis oleh Homer yang merupakan penulis dua epik besar dan termansyur sepanjang zaman, The Illiad dan The Odyssey, yang dianggap tonggak kesastraan Barat. Buku ini merupakan epik terindah yang pernah ditulis sepanjang sejarah, kisah terhebat tentang ambisi, harga diri, keberanian, ketabahan, dan percintaan, bahkan melampaui apa yang telah ditulis oleh Shakespeare dalam Romeo and Juliet. Buku yang mengisahkan peperangan, berlangsung selama 10 tahun antara Troy dengan Yunani(Achaean), mengerahkan lebih dari 1.000 kapal perang, menghabiskan waktu 20 tahun. Bangsa Yunani ...

PUISI PERSAHABATAN - Bimbang

Bimbang Chintya Tandri Berdegub detak jantung Kala kaki melangkah di sayup fajar Benang-benang memori merasuki pikiran Tangan tak mampu menari Hanya deraian air membasahi lensa Menetesi sajak tak sampai Apa ini ? Ku tak tahu apa yang hendak sampai di lembaran ini Hanya lukisan wajah di galaksi pikiranku Hanya tingkah khayalan bertebangan Apa ini ? Memori ganda terus mengganda Tak kuat tuk mengenang Diriku takut Takut air merendam jagad pikiranku Apa ini ? Ini rasa takut Takut memoriku melayang Masuk ke dalam lingkaran bima sakti Dan hilang